Senin, 20 April 2020

HUBUNGAN LALAT ( Musca domestica ) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE DAN DEMAM TYPOID


DOSEN                      : H.HAMSIR AHMAD, SKM., M.KES
MATA KULIAH       : PVBP-A
 

HUBUNGAN LALAT ( Musca domestica ) DENGAN KEJADIAN
PENYAKIT DIARE DAN DEMAM TYPOID



NUR AMALIAH
PO714221181073
DIV TINGKAT II.B



KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
2019/2020





KATA PENGANTAR
            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya-lah sehingga kita dapat menyelesaikan Makalah Tentang HUBUNGAN LALAT ( Musca domestica ) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE DAN DEMAM TYPOID. Walaupun sederhana keadaannya, namun diharapkan agar  dapat memberi manfaat bagi kita semua.
            Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan yang terjadi baik dalam bentuk penulisan kata-kata maupun kalimat yang kurang baku, maka dari itu saran dan kritik sangat kami harapkan demi kesempurnaannya makalah ini. Karena kami manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
            Demikianlah makalah yang kami yang susun ini semoga bermamfaat bagi kita semua, atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Makassar,26 Maret 2020
Penyusun


Nur Amaliah







DAFTAR ISI
SAMPUL
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG........................................................................... 1
B.       RUMUSAN MASALAH....................................................................... 1
C.       TUJUAN................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.      Penyakit Diare dan Demam Typoid........................................................ 3
B.     Lalat ( Musca domestica ) sebagai Vektor Penyakit................................ 3
C.     Hubungan lalat sebagai vektor penyakit diare dan demam diare?........... 4
D.    Faktor Pendukung Vektor Penyakit dalam Menyebabkan Penyakit....... 5
E.     Upaya Pencegahan Penyakit dengan menurunkan Populasi Lalat........... 6
BAB III PENUTUP
A.      KESIMPULAN...................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pada Era globalisasi, masyarakat di duniadituntut memiliki keahlian dan prestasi dalammemajukan negaranya dengan saling bersaing untukmaju pada semua sektor, baik pada sektor ekonomi,sosialmaupun politik. Maka, kesehatan merupakanhal pokok yang harus diperhatikan. Apabila derajatkesehatan masyarakat tergolong baik, maka segalaaktifitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar.Derajat kesehatan yang tinggi menyebabkan tubuhmenjadi prima sehingga seluruh organ tubuh dapatberfungsi sebagaimana mestinya tanpa mengalamigangguan berarti yang dapat beresiko menurunkankondisi fisiologis serta psikologis seseorang dan dapatmenghambat pekerjaan. Namun, timbulnya suatupenyakit merupakan ancamanterbesar yang beresikomenurunkan derajat kesehatan pada masyarakat didunia ini1.Penyakit menular yang paling sering terjadi dinegara berkembang adalah penyakit pada saluranpernafasan dan pencernaan. Salah satu diantaranyaadalah Penyakit demam tifoid dan diare.
Demam tifoid merupakan penyakit yang masihendemik di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2010 Profil Kesehatan Indonesia tifoid masih menjadimasalah kesehatan di masyarakat. Diketahui dari 10 macam penyakit terbanyak dirumah sakit rawat inaptifoid menduduki peringkat ke-3 setelah penyakitdiare, dengan jumlah penderita. Di Indonesia, penyakit diare merupakan penyakit endemis yang juga merupakan penyakit potensi KLB yang sering disertai dengan kematian. Berdasarkan hasil Riskesdas 2007, diare menajdi penyebab kematian keempat disemua golongan usia.
B.       Rumusan Masalah
1.      Pengertian penyakit diare dan demam typoid
2.      Pengertian lalat sebagai ( Musca domestica ) vektor penyakit
3.      Hubungan lalat ( Musca domestica ) sebagai vektor penyakit diare dan demam diare?
4.      Faktor-faktor yang mendukung adanya vektor penyakit ( Musca domestica )
5.      Upaya Pencegahan Penyakit Diare dan Typoid dengan menurunkan Kepadatan Lalat
C.       Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian penyakit dieare dan demam typoid
2.      Untuk mengetahui pengertian lalat ( Musca domestica ) sebagai vektor penyakit
3.      Untuk mengetahui hubungan lalat ( Musca domestica ) sebagai vektor penyakit diare dan demam diare?
4.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung adanya vektor penyakit ( Musca domestica )
5.      Upaya Pencegahan Penyakit Diare dan Typoid dengan menurunkan Kepadatan Lalat


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Penyakit Diare dan Demam Typoid
Diareadalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya (3 atau lebih per hari) dan berlangsung kurang dari 14 hari yang disertai perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita. Penyakit diare merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada anak dibawah lima tahun (balita) dengan disertai muntah dan mencret, penyakit diare apabila tidak segera diberi pertolongan pada anak dapat mengakibatkan dehidrasi (Depkes RI, 2004).
Penyakit demam tifoid merupakan penyakit yang berada pada usus halus dan dapat menimbulkan gejala terus menerus, ditimbulkan oleh Salmonella thyposa. Pada tahun 2008 demam tifoiddiperkirakan 216.000-600.000 kematian. Kematiantersebut, sebagian besar terjadi di Negara-negaraberkembang dan 80% kematian terjadi di Asia.
B.     Lalat ( Musca domestica ) sebagai Vektor Penyakit
Peran M. domestica sebagai Vektor Penyakit M. domestica bertindak sebagai vektor penyakit, artinya lalat ini bersifat pembawa/memindahkan penyakit dari satu tempat ke tempat lain. Terdapat dua macam vektor yaitu vektor mekanis dan vektor biologis. Disebut vektor mekanis apabila agen penyakit di dalam tubuh vektor tidak mengalami perubahan. Sedangkan bila agen penyakit pengalami perubahan (bertambah banyak, berubah siklus atau keduanya) di dalam tubuh vektor disebut sebagai vektor biologis. M. domestica bukan merupakan parasit obligat tetapi merupakan vektor yang penting dalam penyebaran agenpenyebab penyakit. Disamping itu juga dapat menyebabkan myiasis atau memperparah keadaan luka pada jaringanakibat infestasi lalat. M. domestica adalah spesies lalat yang banyak berperan sebagai vektor mekanis pada beberapa penyakit (7,9). Menurut Arroyo (1998), seekor lalat M. domesticadapat membawa sekitar lebih dari 100 macam organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan .
Menurut Sigit dkk., (2006), patogen ditularkan olehM. domestica ke manusia saat lalat hinggap pada makanan dan melakukan regurgitasi (vomit drops) yang secara alami dilakukan sebelum dan selama menelan makanan untuk membantu makannya serta defikasi. Eskreta dari regurgitasi dan defekasi inilah yang mengandung agen penyakit. Lalat ini bukan pemakan darah, tetapi dapat mengikuti lalat penghisap darah, makan darah yang busuk dan cairan jaringan. Agen penyakit berpindah dari feses atau ludah pada kutikula dan probosis lalat ke manusia/ hewan akibat perilaku yang dikenal dengan istilah regurgitasi. Bibit penyakit dipindahkan melalui rambut-rambut yang terdapat pada kaki dan badan serta bagian mulut dari lalat. Kebiasaan terbang kemudian pergi dan kembali lagi dari feses ke makanan sangat memungkinkan untuk terjadinya proses penularan penyakit .

C.       Hubungan lalat ( Musca domestica ) sebagai vektor penyakit diare dan demam diare?
Penelitian Wijayanti (2009) dengan penelitiannya mengenai hubungan kepadatan lalat dengan kejadian diare pada anak balita di Bantar Gebang dan membuktikan secara ilmiah dengan menggunakan uji chi-square bahwa kepadatan lalat memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare. Semakin tinggi kepadatan lalat, semakin besar peluang terjadinya diare pada anak balita. Lalat merupakan salah satu insekta (serangga) yang berperan dalam masalah kesehatan masyarakat yaitu sebagai vektor penularan penyakit saluran pencernaan yang dapat memindahkan kuman/patogen penyakit dari tempattempat yang lembab dan kotor, misalnya sampah dan tinja, kemudian hinggap pada makanan dan minuman manusia yang akhirnya akan dapat menyebabkan penyakit diare.
Lalat merupakan salah satu insekta Ordodiptera yang merupakan anggota kelas Hexapodaatau insekta mempunyai jumlah genus dan spesiesyang terbesar yaitu mencakup 60-70% dari seluruhspesies Anthropoda. Lalat dapat mengganggukenyamanan hidup manusia, menyerang dan melukaihospesnya (manusia atau hewan) serta menularkanpenyakit. Mulutnya digunakan sebagai alat untukmenghisap atau menjilat. Lalat merupakan vektormekanis dari berbagai macam penyakit, terutamapenyakit-penyakit pada saluran pencernaanmakanan. Penyakit yang ditularkan oleh lalattergantung sepesiesnya.Pada Jurnal Penelitian (Yunita Lestari,dkk.2017) Hasil analisis hubungan antara kepadatan lala terendah terhadap kepadatan lalat yang tinggi menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p(0,035) < α (0,05) maka H0 ditolak atau H1 diterima,sehingga disimpulkan ada hubungan yang signifikanantara kepadatan lalat dengan kejadian demam tifoid wilayah pemukiman UPTD rumah pemotonganhewan (RPH) Kota Kendari 2017.
Karena adanya hubungan kepadatan lalat dengan terjadinya penyakit diare dan demam typoid maka diperlukan upaya-upaya untuk mengurangi kepadatannya dengan lebih memperhatikan sanitasi lingkungan. Lalat yang merupakan vektor mekanik yang dapat memindahkan pathogen penyebab penyakit ke manusia maupun hewan.
D.      Faktor-faktor yang Mendukung Vektor Penyakit dalam Menyebabkan Penyakit
1.      Sanitasi Lingkungan yang buruk, akan mendukung meningkatnya kepadatan lalat karena adanya tempat perindukan dan sumber pathogen untuk kemudian dipindahkan ke manusia.
2.      Perilaku hygine yang masih kurang dimasyarakat menjadi factor pendukung mudah nya terjadinya suatu penyakit.Seperti tidak mencuci tangan dengan sabun setelah BAB dan sebelum makan.
3.      Kondisi rumah yang lembab dengan penataan rumah yang tidak baik dapat menjadikan lalat berkembang biak dalam rumah tersebut. Seperti tempat sampah yang tidak tertutup dengan kondisi pencahayaan rumah yang kurang dan makanan yang dibiarkan terbuka akan sangat mudah untuk terjadinya kontaminasi bibit penyakit oleh lalat.


E.       Upaya Pencegahan Penyakit Diare dan Typoid dengan menurunkan Populasi Lalat.
Lalat memiliki peran penting pada kesehatan manusia dan Wabah penyakit yang terjadi selalu dihubungkan dengan meningkatnya populasi lalat oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk mencegah bertambahnya populasi lalat sebagai vektor penyakit, yaitu:
1.      Dapat dilakukan upaya perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan rumah atau meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan akan lingkungan yang bersih, penataan hunian rumah yang sehat.
2.      Jendela dan ventilasi dipasangi kawat kasa, pintu masuk dilengkapi dengan gorden, dan memasang stik perekat anti lalat jika diperlukan untuk mencegah masuknya lalat ke dalam rumah.
3.      Perlunya melindungi makanan, peralatan makan untuk mencegah kontaminasi
4.      Bisa juga dengan usaha pengendalian dengan menggunakan Insektisida sesuai aturan pemakaian










BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Peran M. domestica sebagai Vektor Penyakit M. domestica bertindak sebagai vektor penyakit, artinya lalat ini bersifat pembawa/memindahkan penyakit dari satu tempat ke tempat lain. M. domestica bukan merupakan parasit obligat tetapi merupakan vektor yang penting dalam penyebaran agenpenyebab penyakit. Disamping itu juga dapat menyebabkan myiasis atau memperparah keadaan luka pada jaringanakibat infestasi lalat. M. domestica adalah spesies lalat yang banyak berperan sebagai vektor mekanis pada beberapa penyakit (7,9). Menurut Sigit dkk., (2006), patogen ditularkan olehM. domestica ke manusia saat lalat hinggap pada makanan dan melakukan regurgitasi (vomit drops) yang secara alami dilakukan sebelum dan selama menelan makanan untuk membantu makannya serta defikasi.
Lalat merupakan salah satu insekta (serangga) yang berperan dalam masalah kesehatan masyarakat yaitu sebagai vektor penularan penyakit saluran pencernaan yang dapat memindahkan kuman/patogen penyakit dari tempattempat yang lembab dan kotor, misalnya sampah dan tinja, kemudian hinggap pada makanan dan minuman manusia yang akhirnya akan dapat menyebabkan penyakit diare. Karena adanya hubungan kepadatan lalat dengan terjadinya penyakit diare dan demam typoid maka diperlukan upaya-upaya untuk mengurangi kepadatannya dengan lebih memperhatikan sanitasi lingkungan.







DAFTAR PUSTAKA

Emelia, Nartika Mangoli,. Odi, R, P,. Harvani, B,. 2016. Hubungan sanitasi Dasar dengan Tingkat Kepadatan Lalat di Rumah Makan Pasar Pinasungkulan Karombasan Kota Manado. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.

Hastutiek, Poedji,. Loeki Enggar Fitri. 2007. Potensi Musca domestica Linn. Sebagai Vektor Beberapa. Jurnal Kedokteran Brawijaya.

Lestari, Yunita,. Fifi, N,. Laode A,. ,. 2017. Analisix Dampak Kepadatan Lalat, Sanitasi Lingkungan dan Personal Higieni Terhadap Kejadian DEmam Tifoid di Pemukiman UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat.

Manalu, Merylanca,. Irnawati, M,. Taifik, A,. 2012. Hubungan Tingkat Kepadatan Lalat (Musca domestica) Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Di Pemukimam Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.