DOSEN :
H.HAMSIR AHMAD, SKM., M.KES
MATA KULIAH :
PVBP-A
HUBUNGAN LALAT ( Musca
domestica ) DENGAN KEJADIAN
PENYAKIT DIARE DAN DEMAM TYPOID
NUR AMALIAH
PO714221181073
DIV TINGKAT II.B
KEMENTRIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN
LINGKUNGAN
2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatNya-lah sehingga kita dapat menyelesaikan Makalah Tentang HUBUNGAN LALAT ( Musca domestica ) DENGAN
KEJADIAN PENYAKIT DIARE DAN DEMAM TYPOID. Walaupun
sederhana keadaannya, namun diharapkan agar
dapat memberi manfaat bagi kita semua.
Penyusun menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan yang terjadi baik
dalam bentuk penulisan kata-kata maupun kalimat yang kurang baku, maka dari itu
saran dan kritik sangat kami harapkan demi kesempurnaannya makalah ini. Karena
kami manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
Demikianlah makalah yang kami yang
susun ini semoga bermamfaat bagi kita semua, atas perhatiannya kami mengucapkan
terima kasih.
Makassar,26
Maret 2020
Penyusun
Nur
Amaliah
DAFTAR ISI
SAMPUL
KATA
PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR
ISI................................................................................................. ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG........................................................................... 1
B.
RUMUSAN MASALAH....................................................................... 1
C.
TUJUAN................................................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Penyakit Diare dan Demam Typoid........................................................ 3
B.
Lalat ( Musca domestica ) sebagai Vektor Penyakit................................ 3
C.
Hubungan lalat sebagai vektor penyakit diare
dan demam diare?........... 4
D.
Faktor Pendukung Vektor Penyakit dalam Menyebabkan Penyakit....... 5
E. Upaya Pencegahan Penyakit dengan menurunkan Populasi Lalat........... 6
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN...................................................................................... 7
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada
Era globalisasi, masyarakat di duniadituntut memiliki keahlian dan prestasi
dalammemajukan negaranya dengan saling bersaing untukmaju pada semua sektor,
baik pada sektor ekonomi,sosialmaupun politik. Maka, kesehatan merupakanhal
pokok yang harus diperhatikan. Apabila derajatkesehatan masyarakat tergolong
baik, maka segalaaktifitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar.Derajat
kesehatan yang tinggi menyebabkan tubuhmenjadi prima sehingga seluruh organ
tubuh dapatberfungsi sebagaimana mestinya tanpa mengalamigangguan berarti yang
dapat beresiko menurunkankondisi fisiologis serta psikologis seseorang dan
dapatmenghambat pekerjaan. Namun, timbulnya suatupenyakit merupakan
ancamanterbesar yang beresikomenurunkan derajat kesehatan pada masyarakat
didunia ini1.Penyakit menular yang paling sering terjadi dinegara berkembang
adalah penyakit pada saluranpernafasan dan pencernaan. Salah satu
diantaranyaadalah Penyakit demam tifoid dan diare.
Demam
tifoid merupakan penyakit yang masihendemik di Indonesia. Berdasarkan data
tahun 2010 Profil Kesehatan Indonesia tifoid masih menjadimasalah kesehatan di
masyarakat. Diketahui dari 10 macam penyakit terbanyak dirumah sakit rawat
inaptifoid menduduki peringkat ke-3 setelah penyakitdiare, dengan jumlah
penderita. Di Indonesia, penyakit diare merupakan penyakit endemis yang juga
merupakan penyakit potensi KLB yang sering disertai dengan kematian.
Berdasarkan hasil Riskesdas 2007, diare menajdi penyebab kematian keempat
disemua golongan usia.
B.
Rumusan Masalah
1.
Pengertian penyakit diare dan demam typoid
2.
Pengertian lalat sebagai ( Musca domestica ) vektor
penyakit
3.
Hubungan lalat ( Musca domestica ) sebagai
vektor penyakit diare dan demam diare?
4.
Faktor-faktor yang mendukung adanya vektor
penyakit ( Musca
domestica )
5. Upaya Pencegahan Penyakit Diare dan Typoid dengan menurunkan
Kepadatan Lalat
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian penyakit dieare dan
demam typoid
2.
Untuk mengetahui pengertian lalat ( Musca domestica ) sebagai
vektor penyakit
3.
Untuk mengetahui hubungan lalat ( Musca domestica ) sebagai
vektor penyakit diare dan demam diare?
4.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung
adanya vektor penyakit ( Musca
domestica )
5. Upaya Pencegahan Penyakit Diare dan Typoid dengan menurunkan
Kepadatan Lalat
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Penyakit Diare dan Demam Typoid
Diareadalah
penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari
biasanya (3 atau lebih per hari) dan berlangsung kurang dari 14 hari yang
disertai perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita. Penyakit diare
merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada anak dibawah lima tahun
(balita) dengan disertai muntah dan mencret, penyakit diare apabila tidak
segera diberi pertolongan pada anak dapat mengakibatkan dehidrasi (Depkes RI,
2004).
Penyakit
demam tifoid merupakan penyakit yang berada pada usus halus dan dapat
menimbulkan gejala terus menerus, ditimbulkan oleh Salmonella thyposa. Pada
tahun 2008 demam tifoiddiperkirakan 216.000-600.000 kematian. Kematiantersebut,
sebagian besar terjadi di Negara-negaraberkembang dan 80% kematian terjadi di
Asia.
B.
Lalat ( Musca domestica ) sebagai Vektor Penyakit
Peran
M. domestica sebagai Vektor Penyakit M. domestica bertindak sebagai vektor
penyakit, artinya lalat ini bersifat pembawa/memindahkan penyakit dari satu
tempat ke tempat lain. Terdapat dua macam vektor yaitu vektor mekanis dan
vektor biologis. Disebut vektor mekanis apabila agen penyakit di dalam tubuh
vektor tidak mengalami perubahan. Sedangkan bila agen penyakit pengalami
perubahan (bertambah banyak, berubah siklus atau keduanya) di dalam tubuh
vektor disebut sebagai vektor biologis. M. domestica bukan merupakan parasit
obligat tetapi merupakan vektor yang penting dalam penyebaran agenpenyebab
penyakit. Disamping itu juga dapat menyebabkan myiasis atau memperparah keadaan
luka pada jaringanakibat infestasi lalat. M. domestica adalah spesies lalat
yang banyak berperan sebagai vektor mekanis pada beberapa penyakit (7,9).
Menurut Arroyo (1998), seekor lalat M. domesticadapat membawa sekitar lebih
dari 100 macam organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan
hewan .
Menurut
Sigit dkk., (2006), patogen ditularkan olehM. domestica ke manusia saat lalat
hinggap pada makanan dan melakukan regurgitasi (vomit drops) yang secara alami
dilakukan sebelum dan selama menelan makanan untuk membantu makannya serta
defikasi. Eskreta dari regurgitasi dan defekasi inilah yang mengandung agen
penyakit. Lalat ini bukan pemakan darah, tetapi dapat mengikuti lalat penghisap
darah, makan darah yang busuk dan cairan jaringan. Agen penyakit berpindah dari
feses atau ludah pada kutikula dan probosis lalat ke manusia/ hewan akibat
perilaku yang dikenal dengan istilah regurgitasi. Bibit penyakit dipindahkan
melalui rambut-rambut yang terdapat pada kaki dan badan serta bagian mulut dari
lalat. Kebiasaan terbang kemudian pergi dan kembali lagi dari feses ke makanan
sangat memungkinkan untuk terjadinya proses penularan penyakit .
C.
Hubungan lalat ( Musca domestica ) sebagai
vektor penyakit diare dan demam diare?
Penelitian Wijayanti (2009) dengan penelitiannya mengenai hubungan
kepadatan lalat dengan kejadian diare pada anak balita di Bantar Gebang dan
membuktikan secara ilmiah dengan menggunakan uji chi-square bahwa kepadatan
lalat memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare. Semakin tinggi
kepadatan lalat, semakin besar peluang terjadinya diare pada anak balita. Lalat
merupakan salah satu insekta (serangga) yang berperan dalam masalah kesehatan
masyarakat yaitu sebagai vektor penularan penyakit saluran pencernaan yang
dapat memindahkan kuman/patogen penyakit dari tempattempat yang lembab dan
kotor, misalnya sampah dan tinja, kemudian hinggap pada makanan dan minuman
manusia yang akhirnya akan dapat menyebabkan penyakit diare.
Lalat
merupakan salah satu insekta Ordodiptera yang merupakan anggota kelas Hexapodaatau
insekta mempunyai jumlah genus dan spesiesyang terbesar yaitu mencakup 60-70%
dari seluruhspesies Anthropoda. Lalat dapat mengganggukenyamanan hidup manusia,
menyerang dan melukaihospesnya (manusia atau hewan) serta menularkanpenyakit.
Mulutnya digunakan sebagai alat untukmenghisap atau menjilat. Lalat merupakan
vektormekanis dari berbagai macam penyakit, terutamapenyakit-penyakit pada
saluran pencernaanmakanan. Penyakit yang ditularkan oleh lalattergantung
sepesiesnya.Pada Jurnal Penelitian (Yunita Lestari,dkk.2017) Hasil analisis
hubungan antara kepadatan lala terendah terhadap kepadatan lalat yang tinggi menggunakan
uji chi square menunjukkan nilai p(0,035) < α (0,05) maka H0 ditolak atau H1
diterima,sehingga disimpulkan ada hubungan yang signifikanantara kepadatan lalat
dengan kejadian demam tifoid wilayah pemukiman UPTD rumah pemotonganhewan (RPH)
Kota Kendari 2017.
Karena
adanya hubungan kepadatan lalat dengan terjadinya penyakit diare dan demam
typoid maka diperlukan upaya-upaya untuk mengurangi kepadatannya dengan lebih
memperhatikan sanitasi lingkungan. Lalat yang merupakan vektor mekanik yang
dapat memindahkan pathogen penyebab penyakit ke manusia maupun hewan.
D.
Faktor-faktor yang Mendukung Vektor Penyakit dalam Menyebabkan Penyakit
1.
Sanitasi Lingkungan yang buruk, akan mendukung
meningkatnya kepadatan lalat karena adanya tempat perindukan dan sumber
pathogen untuk kemudian dipindahkan ke manusia.
2.
Perilaku hygine yang masih kurang dimasyarakat
menjadi factor pendukung mudah nya terjadinya suatu penyakit.Seperti tidak
mencuci tangan dengan sabun setelah BAB dan sebelum makan.
3.
Kondisi rumah yang lembab dengan penataan rumah
yang tidak baik dapat menjadikan lalat berkembang biak dalam rumah tersebut.
Seperti tempat sampah yang tidak tertutup dengan kondisi pencahayaan rumah yang
kurang dan makanan yang dibiarkan terbuka akan sangat mudah untuk terjadinya
kontaminasi bibit penyakit oleh lalat.
E. Upaya Pencegahan Penyakit Diare dan Typoid dengan menurunkan
Populasi Lalat.
Lalat memiliki peran penting pada
kesehatan manusia dan Wabah penyakit yang terjadi selalu dihubungkan dengan
meningkatnya populasi lalat oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk mencegah
bertambahnya populasi lalat sebagai vektor penyakit, yaitu:
1. Dapat dilakukan upaya perbaikan hygiene dan sanitasi
lingkungan rumah atau meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan akan
lingkungan yang bersih, penataan hunian rumah yang sehat.
2. Jendela dan ventilasi dipasangi kawat kasa, pintu masuk dilengkapi
dengan gorden, dan memasang stik perekat anti lalat jika diperlukan untuk
mencegah masuknya lalat ke dalam rumah.
3. Perlunya melindungi makanan, peralatan makan untuk mencegah
kontaminasi
4. Bisa juga dengan usaha pengendalian dengan menggunakan Insektisida
sesuai aturan pemakaian
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Peran M. domestica sebagai Vektor
Penyakit M. domestica bertindak sebagai vektor penyakit, artinya lalat ini
bersifat pembawa/memindahkan penyakit dari satu tempat ke tempat lain. M.
domestica bukan merupakan parasit obligat tetapi merupakan vektor yang penting
dalam penyebaran agenpenyebab penyakit. Disamping itu juga dapat menyebabkan
myiasis atau memperparah keadaan luka pada jaringanakibat infestasi lalat. M.
domestica adalah spesies lalat yang banyak berperan sebagai vektor mekanis pada
beberapa penyakit (7,9). Menurut Sigit dkk., (2006), patogen ditularkan olehM.
domestica ke manusia saat lalat hinggap pada makanan dan melakukan regurgitasi
(vomit drops) yang secara alami dilakukan sebelum dan selama menelan makanan
untuk membantu makannya serta defikasi.
Lalat merupakan salah satu insekta (serangga) yang berperan dalam
masalah kesehatan masyarakat yaitu sebagai vektor penularan penyakit saluran
pencernaan yang dapat memindahkan kuman/patogen penyakit dari tempattempat yang
lembab dan kotor, misalnya sampah dan tinja, kemudian hinggap pada makanan dan
minuman manusia yang akhirnya akan dapat menyebabkan penyakit diare. Karena
adanya hubungan kepadatan lalat dengan terjadinya penyakit diare dan demam
typoid maka diperlukan upaya-upaya untuk mengurangi kepadatannya dengan lebih
memperhatikan sanitasi lingkungan.
DAFTAR
PUSTAKA
Emelia, Nartika
Mangoli,. Odi, R, P,. Harvani, B,. 2016. Hubungan sanitasi Dasar dengan Tingkat
Kepadatan Lalat di Rumah Makan Pasar Pinasungkulan Karombasan Kota Manado.
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.
Hastutiek,
Poedji,. Loeki Enggar Fitri. 2007. Potensi Musca domestica Linn. Sebagai Vektor
Beberapa. Jurnal Kedokteran Brawijaya.
Lestari,
Yunita,. Fifi, N,. Laode A,. ,. 2017. Analisix Dampak Kepadatan Lalat, Sanitasi
Lingkungan dan Personal Higieni Terhadap Kejadian DEmam Tifoid di Pemukiman
UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Kesehatan Masyarakat.
Manalu,
Merylanca,. Irnawati, M,. Taifik, A,. 2012. Hubungan Tingkat Kepadatan Lalat
(Musca domestica) Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Di Pemukimam Sekitar
Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar