DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM, S.ST., M.KES
MATA KULIAH : PMM-A
PEMERIKSAAN BORAX SECARA KUALITATIF
PADA MAKANAN
NUR AMALIAH
PO714221181073
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI DIV SANITASI Lingkungan
TINGKAT II.B
2019/2020
A. DASAR TEORI
Pangan adalah suatu kebutuhan mendasar manusia karena memberikan pengaruh pada eksistensi dan ketahanan hidup dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Makanan pada dulunya tidak terlalu memperhatikan banyak hal dan sekadar membuat perut kenyang sehingga hanya memerlukan bahan alami. Sedangkan untuk sekarang makanan harus terlihat menarik ,bergizi, dan mengunggah selera, sehingga membutuhkan bahan tambahan pangan (BTM).
Bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan kedalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk makanan. Adapun bahan tambahan makanan (btm) yang dilarang untuk digunakan terdiri dari 19 golongan yaitu asam borat, aam salsilat dan garamnya, formalin, kalium bromate, kalium klorat, kloramfenikol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon, dulkamara, kokain, nitrobenzene, sinamil antra nilat, dihidrosafrol, biji tonka, minyak kalamus, minyak tansi, minyak sassafras (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012).
Boraks adalah natrium tetrabonat (NaB4O7) yang berbentuk padat yang ditambahkan oleh pedagang makanan pada makanan yang dijual agar tahan lama dan terlihat menarik tampilannya. Dengan bentuk serbuk kristal lunak yang mengandung unsur boron, berwarna putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, PH: 9, 5. Boraks banyak digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri keras, gelas, pengawet kayu, anti septik kayu, keramik dan pengontrol kecoa. Boraks biasanya digunakan untuk industri makanan seperti dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat,tahu, bakso bahkan dalam pembuatan kecap.
Kunyit merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat seperti : sebagai bahan dapur, pewarna alami pada makanan, kosmetik dan sebagai obat keluarga. Senyawa yang diduga berperan penting pada kunyit adalah kurkumin. Pada penelitian Halim (2012) dilaporkan kurkumin dapat berikatan dengan asam borat yang kemudian akan membentuk komponen rososianin berwarna merah sehingga dapat digunakan sebagai uji deteksi boraks.
Makanan yang mengandung boraks apabila dikonsumsi tidak berdampak buruk secara langsung terhadap kesehatan tetapi akan menumpuk sedikit demi sedikit di dalam tubuh konsumen secara kumulatif (Miller, 2014). Gejala klinis keracunan dapat berbagai macam mulai dari sakit perut , muntah, sakit kepala, sesak nafas, dehidrasi hingga kematian jika berlangsung secara terus menerus. Pada orang dewasa dapat mengakibatkan kematian apabila mengonsumsi boraks sebanyak 15-25 gram, sedangkan pada anak-anak 5-6 gram (Yuliarti dan Nurheti 2009)
B. TUJUAN
Untuk dapat mengetahui cara pemeriksaan bahan tambahan makanan yaitu kandungan borax pada makanan
C. ALAT DAN BAHAN
Alat:
1. Tusuk Gigi
2. Piring sebagai wadah sampel
Bahan:
1. Bakso sebagai sampel
2. Tahu sebagai sampel
3. Rimpang kunyit sebagai indicator penguji
D. CARA KERJA
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Ambil tusuk gigi kemudian tusukkan pada rimpang kunyit dan tunggu sekitar 10-15 detik.
3. Setelah itu tusuk gigi ditusukkan pada sampel dan diamkan sekitar 15 detik.
4. Kemudian cabut tusuk tersebut dan perhatikan perubahan warnanya. Jika pada hasil tusukkan terlihat perubahan warna yang dari kuning kunyit kemudian menjadi orange-kemerah merahan maka sampel tersebut positif mengandung borax.
5. Lakukan prosedur tersebut kembali pada sampel selanjutnya.
E. HASIL
Pengambilan sampel
Nama/sampel : Bakso Hari/Tanggal : Minggu, 19 April 2020 Waktu : 10.00 Wita Lokasi : Kompleks Bumi Permata Sudiang Blok D7 no 27Nama/sampel : Tahu Mentah Hari/Tanggal : Minggu, 19 April 2020 Waktu : 10.00 Wita Lokasi : Kompleks Bumi Permata Sudiang Blok D7 no 27
Nama/sampel : Bakso Hari/Tanggal : Minggu, 19 April 2020 Waktu : 10.00 Wita Lokasi : Kompleks Bumi Permata Sudiang Blok D7 no 27 Hasil : Negatif Mengandung BoraksNama/sampel : Tahu Hari/Tanggal : Minggu, 19 April 2020 Waktu : 10.00 Wita Lokasi : Kompleks Bumi Permata Sudiang Blok D7 no 27 Hasil : Negatif Mengandung Boraks
F. ANALISA HASIL
Dari pemeriksaan kedua sampel didapatkan hasil negative karena dilihat dari warna yang ada pada tusuk gigi tidak mengalami perubahan (orange-kemerah merahan) dan masih sama dengan warna tusukan rimpang kunyit. Selain itu tekstur sampel 1 yaitu bakso bewarna abu-abu dan kekenyalan seperti baksp dan untuk sampel 2 Tahu ciri-cirinya tidak memiliki bau menyengat seperti formalin, tidak padat dan mudah hancur. Ciri makanan yang mengandung boraks adalah:
· Bertekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau sangat renyah.
· Berwarna sangat mencolok dari aslinya.
· Beraroma menyengat yang mencurigakan, bahkan binatang seperti lalat pun enggan untuk menempel.
· Tidak rusak atau busuk meski sudah disimpan lebih dari tiga hari di suhu ruang.
Adapun bahaya boraks dalam dosis tinggi jika tertelan dapat meracuni semua sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal, dan otak. Ginjal dan hati adalah dua organ yang mengalami kerusakan yang paling parah akibat mengonsumsi makanan yang mengandung boraks. Paparan boraks meski hanya sedikit pada orang yang sensitif mungkin akan menyebabkan serangkaian gejala. Beberapa gejala yang bisa ditimbulkan jika seseorang terpapar boraks yaitu, Sakit kepala, Demam, tidak enak badan (malaise), mual atau muntah terus-terusan, nyeri hebat pada perut bagian atas, diare, lemah, lesu, dan tak bertenaga, dan perdarahan di usus atau lambung disertai dengan muntah darah
G. KESIMPULAN
Pada praktikum ini dapat disimpulkan bahwa sampel 1 (bakso) dan sampel 2 (tahu) negatif mengandung boraks sehingga aman untuk dikonsumsi.
H. SARAN
Masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dan melakukan pemeriksaan secara fisik pada makanan yang akan dikonsumsi untuk memastikan makanan tersebut bebas dari bahan tambahan makanan (TBM) yang berbahaya seperti boraks.
DAFTAR
PUSTAKA
Aulia,Febri,R.2018. Laporan Pemeriksaan Rhodamin-B, Formalin dan
Boraks pada Makanan (Online). http://febriauliaaul14.blogspot.com/2018/04/laporan-praktikum-rhodamin-b-formalin.html
(diakses pada tanggal 29 April 2020).
Candra, Risky,Swari.2018. Apa Bahayanya Boraks Buat Tubuh?
Plus, Cara Mengenali Makanan yang Mengandung Boraks (Online).
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/bahaya-boraks-adalah/
(diakses pada
tanggal 4 Mei 2020).
Erniati. 2017. Tingkat
Pendidikan, Pengetahuan, Sikap Pedagang Bakso dan Penggunaan Boraks pada Bakso
di SDN LemahPutro III Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 9, No. 2.
File:/// C:\Users\cakra\Downloads\9191-30161-1-SM.pdf. (diakses pada tanggal 29
April 2020).
Halim,
Azhar Abdul, et al. 2012. Boron Removal from Aqueous Solution Using
Curcumin-Aided Electrocoagulation. Midlle-East Journal of Scientific Research
11(5): 583-588
Harwanti.
2014. Bahan Tambahan pada Pangan dan Bahayanya (Formalin, Boraks dan Pewarna
Buatan). (Online). http://portal.bangkabaratkab.go.id/content/bahan-tambahan-pada-pangan-dan-bahayanya-formalin-boraks-dan-pewarna
buatan. (diakses pada tanggal 29 April
2020)
Wasito,
Hendri: Obat Tradisional Kekayaan Indonesia edisi 1, Graha Ilmu, Yogyakarta,
2011, p72-73

Laporannya sangat bagus ,bahasa yg digunakan jelas dan mudah dipahami
BalasHapusThank youu
HapusLaporannya jelas, semoga bermanfaat untuk masyarakat🙏
BalasHapusAamiin, thank you telah membaca
HapusLaporannya sangat bagus dan jelas, semoga bermanfaat bagi pembaca 🙂
BalasHapusThank you
HapusLaporan sangat jelas dan semoga bermanfaat bagi kami yg membaca 👌
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih telah membaca
HapusLaporannya sangat jelas, mudah dipahami dan menambah referensi
BalasHapusThankyou sudah membaca
HapusLaporannya sangat bagus dan mudah dimengerti. Semoga bermanfaat bagi yang membaca laporan tersebut.
BalasHapusTerimakasih
HapusTernyata pemeriksaan nya sangat sederhana, thank you infonyaaa
BalasHapusIya kak, bisa dicoba secara mandiri dirumah dengan bahan yang ramah dikantong mahasiswa😂
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusInformasinya sangat bagus
BalasHapusinformasi yang diberikan lengkap. Sangat bermanfaat.
BalasHapusLaporannya sangat jelas,mudah di pahami, dan sangat bermanfaat👍🏻
BalasHapusLaporannya sangat bermanfaat
BalasHapusJadi dalam memilih bakso yang berkualitas baik biasanya bakso yang murah atau yang mahal?
BalasHapusMurah atau mahal itu relatif dari pembeli untuk persoalan harga, yang jelas kita dapat menilai bakso itu juga dari fisiknya untuk memastikan ada tidak boraks atau coba pemeriksaan dengan kunyit saat dirumah:) thanks for question.
HapusLaporannya sangat bagus mudah d pahami,smga betmanfaat
BalasHapusLaporan sangat bagus dan mudah di pahami
BalasHapusSangat bermanfaat dan menambah ilmu min..
BalasHapusUmumnya sdh bagus, saran harus operasional dan mengacu dari hasil dan tujuan praktikum, serta analisa perlu ditambah lagi..
BalasHapus